Beranda > komunitas > INDIKATOR BANYUMAS SEHAT

INDIKATOR BANYUMAS SEHAT

Pendahuluan

Pengembangan Kabupaten Sehat adalah bagian dari dinamika dan semangat warga, pemerintah daerah serta lembaga legislatif daerah. Pencapaian Kabupaten Sehat merupakan proses yang berjalan terus menerus, menciptakan dan meningkatkan kualitas bina lingkungan, baik fisik, sosial budaya, mengembangkan ekonomi masyarakat dengan cara membudayakan mereka agar cepat saling mendukung dalam menerapkan fungsi-fungsi kehidupan.   Berbagai masalah atau gangguan kesehatan di kota atau desa, sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi fisik dan perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat. Masalah kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan swasta yang melibatkan berbagai sektor.

Pembangunan di Bidang Kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab Departemen Kesehatan dan jajarannya saja, tetapi juga termasuk sektor-sektor lain baik sektor Pemerintah dan Swasta serta masyarakat. Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Kabupaten atau Kota Sehat, perlu dukungan kualitas lingkungan fisik, sosial, perubahan perilaku masyarakat melalui peran aktif masyarakat dan swasta serta pemerintah secara terarah, terkoordinasi, terpadu, dan berkesinambungan.

Kabupaten atau Kota Sehat adalah suatu kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan Pemerintahan Daerah. Dengan bertujuan agar tercapainya kondisi Kabupaten/Kota untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lain, sehingaa dapat meningkatkan sarana, produktifitas dan perekonomian masyarakat.

Indikator Banyumas Sehat

Indikator kesehatan adalah ukuran yang menggambarkan atau menunjukkan status kesehatan sekelompok orang dalam populasi tertentu, misalnya angka kematian kasar. Indikator kesehatan merupakan tanggung jawab kita bersama, tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Untuk itulah, dicanangkan cita-cita Indonesia Sehat. Cita-cita tersebut menggambarkan keadaan bangsa kita dengan masyarakat yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, dan dapat menikmati layanan kesehatan yang merata dan bermutu. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Status kesehatan penduduk biasanya dinilai dengan menggunakan berbagai indikator kesehatan, yang secara garis besar dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama, berisikan indikator yang menghitung jumlah kematian yang terjadi selama periode tertentu. Contohnya adalah  angka kematian kasar (Crude Death Rate-CDR) dan angka kematian bayi (Infant Mortality Rate-IMR). Kelompok penduduk yang mempunyai angka CDR dan IMR yang rendah dikatakan mempunyai status kesehatan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok penduduk yang angka CDR dan IMR nya tinggi.

WHO menyarankan agar sebagai indikator kesehatan penduduk harus mengacu pada 4 hal sebagai berikut:

  1. melihat ada tidaknya kelainan pathofisiologis pada seseorang,
  2. mengukur kemampuan fisik seseorang seperti kemampuan aerobik, ketahanan, kekuatan dan kelenturan sesuai dengan umur.
  3. penilaian atas kesehatan sendiri
  4. Indeks Massa Tubuh (BMI): B.kg / (T.m2)Dewasa ini mulai dipertanyakan keterkaitan antara IMR yang rendah dengan bayi sehat.

Indikator Indonesia sehat 2010:

  1. Indikator derajat kesehatan yang merupakan hasil akhir, yang terdiri atas indikator-indikator mortalitas, indikator-indikator morbiditas, dan indikator-indikator status gizi.
  2. Indikator hasil antara, yang terdiri atas indikator- indikator keadaan lingkungan, indikator-indikator perilaku hidup masyarakat, serta indikator- indikator akses dan mutu pelayanan kesehatan
  3. Indikator proses dan masukan, yang terdiri atas indikator- indikator pelayanan kesehatan, indikator- indikator sumber daya kesehatan, indikator- indikator menejemen kesehatan, dan indikator- indikator kontribusi sektor- sektor terkait.

Indonesia Sehat 2010 dicapai melalui Provinsi Sehat, Kota atau Kabupaten Sehat, Kecamatan Sehat dan Desa atau Kawasan Sehat serta lebih jauh lagi melalui tatanan sehat (keluarga sehat, sekolah sehat, tempat kerja sehat, tempat umum sehat, dst).

Profil Kesehatan Kabupaten/Kota merupakan buku statistik kesehatan yang menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten/Kota dan erupakan salah satu sarana untuk mengevaluasi hasil penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Untuk itu diperlukan adanya indikator-indikator kesehatan dan indikator lainnya yang terkait.

Kabupaten Sehat adalah suatu kondisi kabupaten yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.

Banyumas Sehat adalah gambaran masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata, serta memiliki forum pemberdayaan masyarakat sesuai dengan perencanaan kota.

About these ads
  1. 17 April 2010 pukul 14:09 | #1

    nice post, ijin link, ya?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: